PENDAKIAN GUNUNG
SALAK JALUR PASIR REUNGIT BONUS KAWAH RATU NAN EKSOTIS
👉 INTRO
Pendakian Gunung salak dengan
ketinggian 2211 mdpl memang menjadi impian semua pendakian. Ada yang mengatakan
belum bisa dikatakan menjadi pro bila belum naik Gunung yang sebenarnya pendek
dilihat dari ketinggian. Tetapi, setelah dijalani rasanya seperti naik diatas
3000 mdpl. Bikin dengkul kalian cepat kopong hehehhe..
Gunung
2000 Mdpl rasa 3000 Mdpl. Sepertinya, perumpaan ini sangat cocok untuk
disematkan pada Gunung Salak. Sebagai salah satu gunung berapi di tanah
pasundan, Gunung Salak memiliki tiga puncak gunung, yaitu Puncak Salak I atau
Puncak Manik dengan ketinggian 2211 Mdpl, Puncak Salak II berketinggian 2180
Mdpl, dan Puncak Sumbul setinggi 1926 Mdpl. Meskipun ketinggian Gunung Salak
termasuk dalam golongan rendah, namun jalur pendakian dan karakter vegetasi di
Gunung Salak membuat semua pendaki kewalahan.
Salah satu jalur pendakian yang
paling menarik adalah melalui Pasir Reungit. Tidak hanya menemukan kesusahan
saja. Melainkan kamu bisa relaksasi di air terjun yang akan kamu temukan di
sepanjang perjalanan. Lumayan bukan, untuk membasuh dan membersihkan diri.
![]() |
| Pak Manji/Sudut Tenda |
![]() |
| Jendral Yono |
![]() |
| Bratboy83 |
Oke sob, kita mulai petualangannya,
jadi akhir pekan lalu, Jumat (27 Sept 2019) Pak Manji diajak Bratboy83 untuk
trekking di Gunung Salak lewat BC yang beralamatkan di Jl. Gn. Bunder, Gn.
Picung, Kec. Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16810, yang melewati Kawah
Ratu. Tujuan kita olahraga sekaligus menambah imun. Hehehe, dulu sih belum
pandemi ye... Sebuah kisah tentang perjalanan tiga pemuda konyol, dalam hal
menghabiskan waktu liburan.... Back To Nature dengan kekonyolan yang
bermartabat adalah ciri khas kita. Mr. Camping/a.k.a Sudut Tenda menghadirkan
sebuah dokumentari dari hasil liburan yaitu Pendakian Gunung Salak akan kami
bahas di bawah berikut gaes.....
![]() |
| Titik GPS BC Pasir Reungit |
![]() |
| Peta Jalur Pendakian Gunung Salak |
![]() |
| Penunjuk arah camp ground pasir reungit |
![]() |
| Tenda kami, di campground setelah di datengin pak karcis hehehhe |
👉 BAGIAN PEMBAHASAN
v MENUJU
BOGOR DARI SOLO ( SURAKARTA )
Sebelum
sampai ke sana, kita jelaskan dulu perjalanannya, dari Kota Surakarta,
perjalanan dimulai pukul 08.00 WIB di Stasiun Solo Balapan tujuan Stasiun
Jatinegara, Jakarta . Dengan kereta api, kita menikmati perjalanan cukup
panjang ± 9 jam lamanya. Pukul 17.00 WIB kita telah sampai di Jatinegara
kemudian melanjutkan perjalanan arah Kota Bogor dengan moda transportasi KRL
Jakarta-Bogor ditempuh dalam 2 jam perjalanan rute full (memutari Jakarta),
akhir kata waktu itu kita kapok naek KRL karena tepat waktu-waktu pada pulang
kerja, hampir jadi udang penyet kita, sebab penuhnya bukan maen.
Setelah
berjibaku di dalam kereta KRL, sekitar jam 8 kaki menginjakkan bumi Bogor dan
segera ke titik pertemuan dengan teman lokal untuk mengantar ke BC Pasir
Reungit. Tak lupa kami sempatkan bercanda, mengobrol dan makan bersama sebelum
lanjut perjalanan.

Stasiun Bogor 
Stasiun Jatinegara 
Perjalanan di kereta
v SIMULASI
JIKA MENGGUNAKAN TRANSPORTASI UMUM ( Khusus Dari Jakarta )
Untuk
bisa ke titik awal pendakian gunung salak via Pasir Reungit dari Jakarta misalnya
dengan cara naik kereta KRL cukup murah setelah kamu sampai ke Stasiun Bogor
bisa dilanjut dengan naik angkot bernomor 02 atau 03 dengan juruan terminal
laladon (Bubulak) dengan taris angkot berkisar 10k -15k kemudian dilanjut naik
angkot lagi bernomor 05 dengan juruan Tenjoljaya (Cinangeng) dengan ongkos 8k-15k
dari sini kamu harus naik ojek menuiu kawasan wisata alam gunung bunder. Namun
rekomendasi dari saya adalah carter mobil atau dengan kendaraan pribadi. Lebih
afdol kalau bisa punya kenalan orang sana gaes hehehehhe. Jadi biar tidak
bingung misal kita tiba di kota sana kemaleman seperti kami saat itu.
v PINTU
MASUK BC PASIR REUNGIT
Di
sekitar desa Pasir Reungit terdapat Bumi Perkemahan dan tiga air yakni, curug
Cigamea satu, curug Cigamea dua, dan curug Seribu, yang dapat disinggahi
sebelum ke Kawah Ratu. Curug Cigamea tingginya kurang lebih 50 meter, sedangkan
tumpahan airnya melebar.
Setelah
2,5 jam perjalanan menanjak dari jam 21.00 WIB sampai di lokasi pukul 23.45 WIB,
kami tiba di Area pos TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak). Oh iya,
digerbang bawah, kira-kira 3 kilometer sebelum Curug Cigamea, setiap kendaraan
yang melintas di pungut biaya retribusi sebesar 7500/orang. Sebenarnya ini
pungutan resmi, tapi sayang tidak didukung dengan berkas administrasi berupa
tiket / karcis yg sesuai. Waktu itu oknum petugas yang kadang nakal,
membulatkan retribusi menjadi 10.000/org (ini saya alami sendiri). Padahal yang
tertera di karcis lebih kecil nominalnya.
Sambil
berjalan pelan, kami sempat kebingungan mencari dimana letak pintu masuk Kawah
Ratu. Setelah berjalan beberapa menit saat itu kami ternyata melewati Pintu
Masuk PAsir Reungit Camp Area, Ada warga memberi tahu bahwa pintu masuk Kawah
Ratu sudah terlewat. Saya lihat ke arah yang ditunjuk warga, ternyata memang terlewati.
Warung-warung berjajar di kanan jalan hingga ke arah atas menuju pos perijinan.
Kalau saja tadi saya tidak diberi tahu mungkin saya bisa bablas terus menuju
gerbang Gunung Bunder dan kembali turun ke kota...hehe.
Setiba
di area camp, tidak kita temukan sejenis Tempat Singgah atau Basecamp Singgah,
kami putuskan untuk naik dan memilih lokasi untuk mendirikan tenda di area
camp. Kilau cahaya matahari pagi malu malu menyinari sudut tenda hingga terbuka
pelan mata ini, Ku lirik arlojiku, waktu menunjukkan jam 06.30 WIB, Selepas
mendirikan tenda semalam, akumulasi rasa capek perjalanan jauh membuat kami
cepat terlelap tidur, tak lama dari waktu kita bangun, datang Bapak-bapak
hampiri kita dan membawa kertas sejenis karcis camping, Oh my good, jam segini
udah ditarik aj... hehehhe, Kemarin mendirikan dua tenda bayar 100.000,-. Langsung
kita bayar tanpa babibu karena kita sadar hanya berkunjung disini.
Sebelum
menuju pos perijinan untuk mengurus simaksi TNGHS, kami kelarkan aktifitas pagi
( Mandi, Sarapan dkk) di warung terakhir dekat dengan Pos. Tiket Simaksi untuk
masuk kawasan 3 Hari 2 Malam kami harus membayar Rp. 25.000/org/hari. Cukup
kaget juga dengan besaran biaya tersebut saat itu, tapi tak apalah demi
memenuhi hasrat merimba.
![]() |
| Briefing oleh petugas basecamp |
![]() |
| Gapura Pendakian Salak via Pasir reungit |
v START
PENDAKIAN MENUJU KE KAWAH RATU
Jalur menuju Kawah Ratu ini cukup jelas, ada petunjuk jalan yang dipasang. Tapi bila ingin memakai guide juga bisa, biayanya sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu. Dan Untuk biaya Porter sekitar 750 ribu.
Setelah
selesai urusan administrasi dan foto-foto kami pun memulai perjalanan menyusuri
setapak berbatu yang rindang. Jam saya menunjukkan tepat pukul 10.00 WIB. Cuaca
cerah menyapa saat memulai perjalanan. Beberapa kali kami beristirahat. Kami
mulai melangkah kan kaki menuju Kawah Ratu kembali, trek awal masih cukup
landai dengan bebatuan yang telah disusun rapih. Kemudian kami mulai memasuki
jalan yang mulai sempit dimana disisi kiri dan kanan jalan hutan mulai lebat.
Kami terus melangkah cukup santai sampai akhirnya trek sudah mulai semakin
licin dan mulai sulit untuk dipijak.
Sekali
lagi ingat sampah dikantongi, dibawa pulang, jangan dibuang sembarangan.
Hingga akhirnya
perjalanan sampai di pos sumber air terakhir. Jadi di titik ini, sumber air
terakhir yang bisa dipakai minum. Setelah itu akan masuk kawasan kawah mati,
dengan air mengandung belerang. So, ingat pulihkan kembali stok air kalian
ya.....
![]() |
| Awal pendakian |
![]() |
| Sungai mata air terakhir sebelum Kawah |
![]() |
| Sungai mata air terakhir sebelum Kawah |
![]() |
| Airnya memang segar sekali bestie |
![]() |
| Nyantai disini dulu |
Kami
berjalan dengan ritme sedang sambil menyesuaikan kondisi badan. Rimbunnya
pepohonan dan gemericik suara air yang menemani sepanjang jalan membuat damai
suasana. Jalur menuju Kawah Ratu dan Puncak Salak I melalui Pasir Reungit
memang lebih panjang dan lebih ekstrim jika dibanding dengan jalur Cimelati
ataupun Cidahu via Javanaspa. Tapi melimpahnya air serta pemandangan yang indah membuat jalur
ini cukup ramai di lintasi, utamanya saat musim pendakian.
Dengan berjalan santai atau sedang diperlukan waktu 3 - 4 jam untuk mencapai Kawah Ratu. Gunung Salak memang merupakan zona penyangga kehidupan masyarakat Bogor dan Sukabumi, air yang mengalir sepanjang tahun merupakan berkah tersendiri. Terlepas banyaknya cerita-cerita tragis dan mistis tentang pendakian digunung ini tetap saja tidak mengurangi minat para pendaki untuk mengunjunginya.
Waktu
menunjukkan pukul 14.10 WIB saat kami tiba di awal area Kawah Ratu. Di tandai
dengan banyaknya pohon mati seperti hutan mati Papandayan dan aliran sungai
berwarna putih dan berbau khas belerang. Setelah melewati setapak kecil kami
tiba di area lembah Kawah Ratu yang pertama, dikenal sebagai area Kawah Mati,
luasnya sekitar 2-3 hektar. Di sebelah kiri terdapat sungai kecil berbatu yang
airnya tidak bisa diminum, terdapat juga memorial monumen pendaki yang tewas
disana.
Tidak
berlama-lama, kami segera berjalan ke arah kanan, menyusuri jalur yang agak
menanjak untuk menuju area kawah utama. Jarak antara area Kawah Mati dan area
kawah utama kurang lebih 10-15 menit dengan kontur setapak berbatu berwarna
putih diselingi hutan mati. Kami berhenti sejenak untuk berfoto-foto di awal
area Kawah Ratu utama yang masih aktif. Siang menjelang sore, suasana ramai
sekali oleh para turis lokal maupun manca yang sekedar berkunjung pulang sehari.
Umumnya para pengunjung yang datang kesini bertujuan untuk mandi di sungai
belerang yang terletak agak di tengah kawah atau melulur sekujur tubuhnya
dengan belerang.
Padahal
sebenarnya kegiatan semacam ini sangat riskan dan bisa mengundang musibah. Area
utama Kawah Ratu ini masih aktif, dalam artian bukan riskan erupsi melainkan
aktif mengeluarkan gas-gas beracun khas kawah yang tidak bisa di prediksi.
Bergolaknya lumpur belerang di beberapa titik disertai suara menderu menandai
bahwa papan peringatan di sekitar area bukanlah untuk menakut-nakuti
pengunjung.
![]() |
| Kawah Mati |

Kawah Ratu 
Selfi dulu di kawah ratu 
Selfi dulu di kawah ratu 
Melewati sungai biru Kawah ratu
v MENUJU
HELIPAD
Setelah
puas berfoto dan istirahat di area sungai biru dekat kawah, kami siap melintasi
kawah. Tak lupa sesekali menutup hidung bisa dengan masker atau buff + air, saya
selalu melakukan cara ini ketika akan melewati jalur-jalur yang berpotensi ada
gas-gas berbahaya untuk meminimalisir keracunan. Diharapkan kain basah menjadi
filter pertama dari kemungkinan gas beracun. Untuk melintasi Kawah Utama
diperlukan waktu sekitar 15-20 menit. Yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya
tidak melintas kawah saat kabut sedang tebal atau pasca turun hujan, selain
sangat berbahaya akibat jarak pandang terbatas juga gas-gas beracun berpotensi
muncul.
Alhamdulillah
kami semua melintas kawah dengan selamat. Setelah Kawah Ratu kami berjalan
menyusuri hutan Pandan Cangkuang, salah satu tanaman yang menjadi ikon di
Gunung Salak. Target kami adalah membuka tenda di pertigaan Bajuri. Sebelumnya
kami bermusyawarah di pos pertama setelah Kawah Ratu akan membuka tenda dimana.
Sempat kami akan membuka tenda di area Helipad. Pertimbangannya kami khawatir
karena musim kemarau ini sumber air disekitar Bajuri kotor dan tidak layak
konsumsi.
Dari
Kawah Ratu, ambilah jalur menuju ke bawah arah Puncak Salak. Satu hal yang
harus diperhatikan adalah jalur ini jarang sekali dilalui para pendaki. Jadi,
kamu harus peka dengan petunjuk jalan yang sudah dipasang. Selanjutnya, kamu
akan melalui aliran sungai dan tidak lama lagi kamu akan tiba di Pos Helipad.
Sebelum
area Helipad, atau 30 menit lepas Kawah Ratu memang terdapat sungai dengan air
berlimpah. Helipad sendiri terletak 15 menit diatas sungai tersebut dan
merupakan sebuah lapangan luas tempat mendarat helikopter untuk mengevakuasi
jika terjadi kecelakaan di area Salak I.
![]() |
| Helipad Setelah Kawah ratu |
![]() |
| Lokasi Helipad |
![]() |
| Lokasi Helipad |
![]() |
| Menuju Helipad |
v PERJALANAN
MENUJU POS CAMP BAJURI
Jalur
menuju pertigaan Bajuri dari Helipad menurun dan berbatu. Jika cuaca cerah dan
kita berdiri di tengah Helipad lalu membalikkan badan kita bisa melihat puncak
Salak I di sebelah kanan. Setelah berjalan 30 menit dari Sungai kami pun tiba
di pertigaan Bajuri. Pertigaan Bajuri merupakan titik pertemuan antara Jalur
Pasir Reungit, Jalur Cidahu dan Jalur menuju Puncak Salak I. Area ini cukup
luas dan terlindung, bisa untuk mendirikan 15-20 tenda
Waktu
yang harus kamu tempuh kurang lebih 45 menit sampai 1 jam 15 menit dari Kawah
Ratu. Disini kamu bisa istirahat mendirikan tenda sebelum menuju ke Pos Bajuri.
Gunakan waktu istirahat yang cukup karena setelah ini perjalanan akan menjadi
sulit untuk summit ke esokan harinya.
Jam 17.00 WIB alhamdulillah tenda Pak
Manji dan Bratboy83 sudah berdiri, didepan tenda kami juga ada tenda pendaki
lain yang besoknya itu adalah menjadi partner mendaki summit kita hehehhe. Lokasi
beristirahat kami sepanjang malam diguyur hujan sedang, namun tenda tetap aman
bestie. Sepanjang malam suara hewan alam menemani lelapnya tidur kami.
![]() |
| Tugas Perbatasan |
![]() |
| Ngobrol dengan Independent Hiker Indonesia |
![]() |
| Ngobrol dengan Independent Hiker Indonesia |
![]() |
| Plang Pertigaan Pos Bajuri |
![]() |
| Gazebo/Shelter Pos Bajuri |
![]() |
| Mendirikan tenda di area camp |
![]() |
| Tenda kami |
![]() |
| Tenda tetangga |
v PERJALANAN
SUMMIT PUNCAK SALAK I
Pukul
06.30 WIB, Minggu, 28 September 2019, sesuai rencana kami semua sudah bangun
dan bersiap untuk muncak. Tenda dan peralatan lain kami tinggal di Pos Bajuri.
Kami hanya membawa daypack dan waistbag berisi keperluan logistik dan survival
kit serta alat vlog juga nuh, hehehhehe
Jam
07.00 WIB kita start perjalanan dari Pos Bajuri menuju puncak bayangan. Dimana
kamu akan melewati rawa-rawa, sehingga, menggunakan sepatu waterproof sangat
disarankan. Menuju Puncak Bayangan kurang lebih 5 jam lamanya. Setelah pos
bayangan, siapkan tenaga karena, menuju ke Puncak Manik kamu harus merangkak
seperti spiderman. Sudut kemiringannya kurang dari 80 derajat sehingga, kamu
harus mendaki menggunakan webbing seperti yang sudah disediakan.
Satu
jam awal jalur masih cukup "bersahabat". Beberapa kali Jendral Yono
terjatuh karena medan yang licin. Jalur menuju puncak Salak dalam kondisi
kering sekalipun tetaplah licin dan menyulitkan. Didominasi tanah dan
akar-akar. Sebelumnya dari basecamp hingga Bajuri di dominasi bebatuan dan
aliran air. Oh iya Bajuri juga merupakan tempat sumber air terakhir.
Pukul
08.00 WIB matahari sudah bersinar terang membuat kami tidak begitu kedinginan.
Jalur masih banyak bonus meskipun semakin sering mempertemukan lutut dengan
perut. Satu setengah jam terakhir jalur semakin ekstrim, di beberapa titik
tanjakan kami harus menggunakan webbing untuk bisa melintasinya.
Sekedar
info, pada lintasan-lintasan yang sulit memang sudah terpasang webbing atau
tali untuk memudahkan pendaki melewatinya. Alhamdulillah tepat pukul 13.30 WIB
kami tiba dipuncak Manik, Salak I dengan selamat. Cuaca cerah berkabut,
terkadang kabut tebal muncul,. Pepohonan di Puncak Salak I sekarang kondisinya
sudah lebih terbuka, ku kira rimbun sekali. Sekarang pendaki bisa menikmati
sunrise jika cuaca cerah. Makam mbah Salak juga sudah semakin rusak dan tidak
terawat. Sesampainya di puncak pemandangan yang mengesankan bisa kamu nikmati.
Mulai dari sunrise yang mengesankan pemandangan gunung Gede Pangrango, dan
lautan kabut yang sangat cantik. Jangan sampai lupa bawa kamera dengan resolusi
tinggi ya, agar semua keindahan ini bisa kamu abadikan. Di Puncak, area
terbukanya cukup untuk mendirikan lebih dari 20 tenda. Meski sudah banyak
sekali perubahan tetapi jalur dan area camp masih relatif bersih dari sampah.
Semoga kondisi ini bisa lebih lama dipertahankan.
![]() |
| Tanda jarak disini pakai Plakat Pal-HM |

Tanda jarak disini pakai Plakat Pal-HM
![]() |
| Jalan menggunakan webbing |
![]() |
| Jendral Yono berjuang melewati tanjakan ekstrim |
![]() |
| Bratboy83 berjuang melewati tanjakan ekstrim |
![]() |
| Pak Manji berjuang melewati tanjakan ekstrim |
![]() |
| Teman seperjalanan |
![]() |
| Minuman legend kami |
![]() |
| Tos di puncak Salak 1 |
![]() |
| Foto bareng dengan teman pendaki |
![]() |
| Gede Pangrango di sebelah tenggara |
![]() |
| Begonia untuk tanaman survival |
v KESIMPULAN
Total
waktu tempuh menuju puncaknya versi kami dari BC Pasir Reungit lebih dari 10
jam. Kawan, Bawalah perbekalan seperlunya saja, dan sebisa mungkin dibagi
secara merata. Karena, saat menuju ke Puncak Salak dengan sudut kemiringan 80
derajat membawa beban berat akan sangat sulit. Waktu penurunan kurang lebih 4
jam sampai 5 jam. jadi, sudah siap mendaki Gunung Salak?
Oiya, kawan kita turun lintas jalur Cidahu ya, jadi dari Camp Bajuri ambil kiri menuju jalur Cidahu.

kami turun lewat jalur Cidahu nih
v INFORMASI
Hari
Pendakian :
27-29 September 2019
1.
BC Pasir Reungit - Kawah Ratu : 2 – 3 jam
2.
Kawah Ratu - Helipad : 30 - 50 menit
3.
Helipad - Simpang Bajuri (Area Camp) :
20 - 30 menit
4.
Bajuri - Puncak Bayangan :
3 - 4 jam
5. Puncak Bayangan - Puncak Manik : 1 - 1,5 jam
Player :
1. Sudut Tenda
2. Bratboy83
3. Jendral Yono Semoga Cerita ini memberi manfaat informasi, hiburan dan referensi. Salam Manji. Follow Instagram kami :

















































































